Kontribusi Teori Sistem Argumen Kosmo-Teleologi bagi Peningkatan Kualitas Studi Doktoral

  • Gigih Saputra STAI Taswirul Afkar
  • Fathur Rohman STAI Taswirul Afkar
Keywords: riset, teori baru, sistem, kosmo-teleology, studi doktoral

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan kritik dan rekomendasi tentang fenomena riset nasional dan aturan terkait Pemendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 terkait tugas studi doktoral. Metodologi dalam artikel ini menggunakan perspektif filsafat pendidikan Islam. Teori yang digunakan adalah teori sistem argumen kosmo-teleologi. Riset ini menurunkan prinsip rekomendasi dari teori tersebut untuk meningkatkan kualitas riset nasional. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa pengelolaan studi doktoral perlu untuk menggiatkan temuan teoritik baru. Hal itu ditempuh dengan model pembelajaran yang menekankan dekonstruksi-rekonstruksi, multi-inter-transdisipliner, dan model induktif.  Pengembangan-penemuan teori sistem pada masing-masing bidang yang terintegrasi satu sama lain dan mentalitas untuk berkontribusi besar juga diperlukan. Hal yang tak kalah penting adalah keberanian untuk berdialektika dengan teori-teori yang telah mapan. Pemendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 kurang memberikan terobosan aturan yang dapat meningkatkan temuan teori baru karena banyak mengatur tentang ketidakwajiban penerbitan jurnal. Di satu sisi, sangat minim penekanan atau sistem terpadu untuk mendorong mahasiswa doktoral dalam pengembangan dan penemuan teori baru. Kebaruan riset ini pada tema analisis Permendikburistek Nomor 53 Tahun 2023 sebagai aturan baru Hal itu ditinjau dari perspektif teori baru sehingga menghasilkan kritik dan rekomendasi yang baru pula.

Author Biography

Fathur Rohman, STAI Taswirul Afkar

Fathurrohman adalah ketua STAI Taswirul Afkar yang memiliki bidang kepakaran dalam Pendidikan Agama Islam

References

Aiyebelehin, A. J. (2022). Add-my-name’ as a parody of research collaboration among Nigerian researchers. Accountability in Research Policies and Quality Assurance, 29.1.

Barbosa, J. (2021). Why Big Bang is so Accepted and Popular:Some Contribution of a Thematix. Analysis’. Axiomathes. Springer Link.

Barrow, John & Basilakos, Spyros & Saridakis, E. (2021). Big Bang Nucleosynthesis Constraint on Barrow Entropy. Physics Letter B 815. 136134.

Bertulani, C. . (2019). Big Bang Nucleosynthesis and the Lithium Problem. Journal of Physics, Conference Series. 1291.

Chan, M. H. (2019). Is the History of Our Universe Finite’. Theology and Science.

Chiara, Caprini & Figueroa, D. (2018). 'Cosmological Backgrounds of Gravitational Waves’.Classical and Quantum Gravity.

Jokowi Kaget Jumlah Lulusan S2 Dan S3 Indonesia Kalah Dari Malaysia. (2024). CNN Indonesia.

Durkheim, E. (2011). The Elementary Forms of the Religious Life (terj). Yogyakarta, IR-CiSoD.

Fajri, Al, E. a. (2023). Calon Guru Besar Terlibat Perjokian Karya Ilmiah. Kompas.Id. https://www.kompas.id/baca/investigasi/2023/02/09/calon-guru-besar-terlibat-perjokian-karya-ilmiah

Gunn, D. (2021). On the Ultimate Origination of Thing’. Philosopher’s Imprint.

Hernis, D. (2023). Alasan Nadiem Hapus Syarat Publikasi di Jurnal untuk Mahasiswa S2-S3. Halau Jurnal Predator, Tempo.co.

Irianto, S. (2023). Buruh Dosen. Kompas.Id. https://www.kompas.id/baca/opini/2023/04/12/buruh-dosen

Kantoun, Eleni & Olum, K. (2021). Energy Conditions Allow Eternal Inflation. Journal of Cosmology and Astroparticle Physics.

Kastor, David & Traschen, J. (2018). Magnetic Fields in an Expanding Universe’, Classical and Quantum Gravity.

Kementrian Pendidikan Budaya, Riset, dan T. (2023). Pemendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023. Jakarta: Kemendikbdristek.

Lataster, R. (2018). The Case for Theism’, Sophia Studies in Cross-Cultural Philosophy of Traditional and Cultures. Springer Link.

Linford, D. (2020). Big Bounnce or Double Bang? A Reply to Craig and Sinclair on the Interpretation of Bounce Cosmologies. Erkenntnis.

Lukman, E. (2023). Perjokian Karya Ilmiah. Jakarta:Kompas.ID.

Muttaqin, N. (2021). Empat Model Hubungan Agama Dan Sains Menurut John. Tarbawi Ngabar: Jurnal of Education.

QS. Al Baqarah (p. 30). (n.d.).

QS. Thahaa (p. 14). (n.d.).

Rakhmani, I. & S. S. (2016). Mereformasi Penelitian di Indonesia: Kebijakan dan Kritik. New Delhi: Global Development Network.

Rohani, Imam. “Pengajaran Ibadah.” In Metodologi Pembelajaran PAI, edited by Nurzannah, 111–126. Yogyakarta: Nuta Media, 2022.

Sanusi, Anwar & Asbari, M. & A. A. (2023). ASN dalam Pendidikan Tinggi: Transformasi dan Akreditasi. Jisma,: Journal of Information System, 02.05.

Saputra, G. (2023). Rekonstruksi Teori Sistem Argumen Kosmo-Teleologi dan Kritik Sistemik atas Ateisme,. Surabaya: UINSA.

Sari, N. Y. (2021). Industri 4.0 Dan Pendidikan (Upaya Perguruan Tinggi Dalam Mempersiapkan Kelulusan Yang Siap terhadap Gencaran Serangan Revolusi 4.0. Tarbawi Ngabar: Jurnal of Education.

Steinhardt, I. A. & P. (2018). Bouncing Cosmology Made Simple’. Classical and Quantum Gravity. Classical and Quantum Gravity, 35.13.

Suyudi, M. (2020). Rekonstruksi Pendidikan Islam Sebagai Upaya Dalam Membangun Peradaban Dunia’. Tarbawi Ngabar: Jurnal of Education.

Tawfik, A. N. & M. I. (2019). Equation of State for Cosmological Matter at and Beyond QCD Electroweak Eras. Journal of Physics G: Nuclear and Particle Physiscs, 46.12.

Zakir Naik’s Concept of Divinity-Cosmology: Criticism-Reconstruction of the Modern Natural-Cosmological Theology. (2020). Teosofi Jurnal Tasawwuf Dan Pemikiran Islam, 10.2.

Published
2024-01-29
How to Cite
Saputra, G., & Rohman, F. (2024). Kontribusi Teori Sistem Argumen Kosmo-Teleologi bagi Peningkatan Kualitas Studi Doktoral. Tarbawi Ngabar: Jurnal of Education, 5(1), 50-70. https://doi.org/10.55380/tarbawi.v5i1.609
Section
Articles