Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial http://jurnal.iairm-ngabar.com/index.php/projus <p>Jurnal Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial adalah jurnal terbitan prodi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo yang memiliki fokus dan scope pembahasan mengenai isu-isu hukum dan sosial&nbsp; gender yang ada di masyarakat. jurnal ini terbit setahun 2 kali yaitu pada bulan Juni dan Desember.</p> en-US jurnalprojus@gmail.com (Indah Fatmawati) jurnalprojus@gmail.com (Ashwab Mahasin) Sun, 31 Dec 2023 13:08:15 +0000 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Korelasi Makna Qiwāmah dan Al-Rijāl-Al-Nisā dalam Qs. Al-Nisā [4]: 34 Perspektif Ushul Fiqh http://jurnal.iairm-ngabar.com/index.php/projus/article/view/653 <p>Dalam penelitian ini, penulis menganalisis makna <em>al-Rijāl-al-Nisā</em> dan korelasinya dengan status <em>qiwāmah</em> dalam perspektif ushul fiqh untuk membangun hubungan kesetaraan dan keadilan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan. Sedangkan metode analisisnya menggunakan deskriptif analitik. Deskriptif digunakan untuk menggambarkan <em>qiwāmah</em> dan <em>al-Rijāl al-Nisā</em> dari sudut pandang ushul fiqh. Sedangkan analisis digunakan untuk menggali makna istilah <em>al-Rijāl al-Nisā</em> dan pengertian <em>qiwāmah</em> dalam perspektif ushul fiqh serta korelasi keduanya. Selain itu metode pengumpulan datanya menggunakan dokumentasi tafsir, ushul fiqh, buku, jurnal dan artikel yang relevan. Hasil penelitian, pertama, ditinjau dari ushul fiqh <em>al-Rijāl</em> dan <em>al-Nisā</em> dapat bersifat inklusif; makna sosiologis bahwa dalam kondisi tertentu istri berstatus <em>al-Rijāl</em> meskipun secara biologis masih perempuan dan suami berstatus <em>al-Nisā</em> meskipun secara biologis masih laki-laki. Kedua, <em>qiwāmah</em> tidak ada korelasinya dengan <em>al-Rijāl</em> dan <em>al-Nisā</em> dalam QS. al-Nisā [4]: 34. Artinya <em>qiwāmah</em> yang dikenakan bukan karena gender melainkan karena memenuhi kualifikasi; potensi akses dan harta karun. Sehingga seorang suami atau istri mempunyai peluang menjadi pemimpin apabila memenuhi syarat dan hubungan yang sederajat, yaitu sebagai subjek dan objek.</p> Moh Sholeh Shofier Copyright (c) 2023 Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial http://jurnal.iairm-ngabar.com/index.php/projus/article/view/653 Mon, 25 Dec 2023 00:55:27 +0000 Regulasi Aborsi Korban Pemerkosaan dalam Perspektif Ham dan Gender http://jurnal.iairm-ngabar.com/index.php/projus/article/view/654 <p>Kasus aborsi korban pemerkosaan di Indonesia memunculkan perdebatan dan tantangan kompleks, terutama terkait hak asasi manusia (HAM) dan dinamika gender. Meskipun undang-undang kesehatan memberikan pengecualian bagi korban perkosaan, implementasinya masih menuai kontroversi. Artikel ini mengadopsi metode analisis literatur dan kebijakan untuk menyelidiki perspektif HAM dan gender dalam konteks aborsi korban pemerkosaan. Pemahaman mendalam tentang implikasi HAM dan gender diungkap melalui evaluasi regulasi, termasuk dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang terbaru. Kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi kejadian aborsi, seperti karakteristik perempuan, status kesehatan, pelayanan kesehatan, dan aspek budaya-agama, juga dianalisis. Hasilnya menyoroti upaya pembaruan dalam regulasi, namun menekankan perlunya pendekatan holistik. Artikel ini menekankan perlunya integrasi aspek kesehatan, hukum, dan sosial guna memastikan perlindungan hak dan kesejahteraan korban pemerkosaan. Dalam rangka penanganan aborsi korban pemerkosaan, artikel ini memberikan kontribusi pada pemahaman mendalam terhadap kompleksitas isu ini dan menekankan perlunya pendekatan yang komprehensif dan berbasis hak asasi manusia dan gender.</p> Rohmad Nurhuda Copyright (c) 2023 Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial http://jurnal.iairm-ngabar.com/index.php/projus/article/view/654 Mon, 25 Dec 2023 02:11:15 +0000 Konsep Kedudukan Mahar dalam Perkawinan Islam Menurut Imam Syafi'i http://jurnal.iairm-ngabar.com/index.php/projus/article/view/433 <p><em>This study aims to find out the concept of dowry position in Islamic marriage according to Imam Shafi'i. This type of research is library research, which is research that seeks to obtain data using library sources. The results of this study show that in Islamic marriages pay dowry to them as a sincere gift. The gift is a dowry, the size of which is determined by the agreement of both parties, since the gift must be done sincerely. The position of dowry according to Imam Shafi'I, namely Dowry is a mandatory gift given by a husband when his wife is in exchange for intercourse. The position of dowry is not a pillar in marriage but as a condition for the validity of marriage. The postulate used by Imam Shafi'i is the Qur'an surah Al-Baqarah 236. The law in the verse indicates that it is not obligatory to give dowry to the wife if the husband divorced her before dukhul and has not determined the dowry. This means that if the wife has been interfered with, she must determine the dowry.</em></p> Mohamad Faisal Aulia, Dwi Fathir Copyright (c) 2023 Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial http://jurnal.iairm-ngabar.com/index.php/projus/article/view/433 Fri, 29 Dec 2023 07:43:38 +0000 Konflik dan Diplomasi: Radikalisme Muslim Mayoritas Terhadap Muslim Minoritas Sebagai Tantangan Dalam Moderasi Beragama Di Indonesia http://jurnal.iairm-ngabar.com/index.php/projus/article/view/671 <p>Di Indonesia yang mayoritas penduduknya Islam, tentu sangat disayangkan apabila umat Islam juga mendiskriminasi sesama muslim. Diskriminasi sosial seperti ini salah satunya terjadi di Madura, yang mana minoritas Muslim Syiah dipaksa tunduk dan setia kepada Sunni. Sehingga Peneliti menganggap ini sebagai sikap radikalisme (intoleran terhadap sekte lain), termasuk sesama muslim di negara yang penduduknya sendiri mayoritas beragama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya diskriminasi minoritas Muslim Syiah di Madura yang dianggap bertentangan dengan konstitusi di Indonesia dari perspektif fikih mayoritas dan sosiologi hukum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif (<em>library reseach</em>) dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa radikalisme mayoritas umat Islam terhadap minoritas Syiah di Madura berasal dari stigma masyarakat yang diperkuat dengan politisasi kepentingan negara yang seharusnya bersikap toleran dan berdiplomasi terhadap seluruh pemeluk agama di Indonesia, sehingga perlu dikampanyekan gerakan anti kekerasan yang mengatasnamakan agama lewat agenda kemasyarakatan.</p> Indah Fatmawati Copyright (c) 2023 Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial http://jurnal.iairm-ngabar.com/index.php/projus/article/view/671 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000