Korelasi Makna Qiwāmah dan Al-Rijāl-Al-Nisā dalam Qs. Al-Nisā [4]: 34 Perspektif Ushul Fiqh

  • Moh Sholeh Shofier Ma'had Aly Situbondo
Keywords: Qiwāmah, al-Rijāl al-Nisā, ushul fiqh

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis menganalisis makna al-Rijāl-al-Nisā dan korelasinya dengan status qiwāmah dalam perspektif ushul fiqh untuk membangun hubungan kesetaraan dan keadilan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan. Sedangkan metode analisisnya menggunakan deskriptif analitik. Deskriptif digunakan untuk menggambarkan qiwāmah dan al-Rijāl al-Nisā dari sudut pandang ushul fiqh. Sedangkan analisis digunakan untuk menggali makna istilah al-Rijāl al-Nisā dan pengertian qiwāmah dalam perspektif ushul fiqh serta korelasi keduanya. Selain itu metode pengumpulan datanya menggunakan dokumentasi tafsir, ushul fiqh, buku, jurnal dan artikel yang relevan. Hasil penelitian, pertama, ditinjau dari ushul fiqh al-Rijāl dan al-Nisā dapat bersifat inklusif; makna sosiologis bahwa dalam kondisi tertentu istri berstatus al-Rijāl meskipun secara biologis masih perempuan dan suami berstatus al-Nisā meskipun secara biologis masih laki-laki. Kedua, qiwāmah tidak ada korelasinya dengan al-Rijāl dan al-Nisā dalam QS. al-Nisā [4]: 34. Artinya qiwāmah yang dikenakan bukan karena gender melainkan karena memenuhi kualifikasi; potensi akses dan harta karun. Sehingga seorang suami atau istri mempunyai peluang menjadi pemimpin apabila memenuhi syarat dan hubungan yang sederajat, yaitu sebagai subjek dan objek.

Published
2023-12-25
Section
Articles