Kepemimpinan Perempuan di MTs Terpadu Hudatul Muna Jenes Ponorogo

  • Sutini Sekolah Dasar Negeri 8 Baosan Kidul, Ngrayun, Ponorogo
  • Ririn Nuraini Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin, Ngabar, Ponorogo
Keywords: Kepemimpinan, Gender, Kebijakan, SWOT

Abstract

Abstrak

Masalah kepemimpinan perempuan banyak menuai kontroversi dengan berbagai argumen yang menyebutkan kelemahan perempuan. Pandangan ini telah memposisikan perempuan sebagai mahkluk yang seolah-olah harus dilindungi dan senantiasa bergantung pada kaum laki-laki. Akibatnya jarang sekali perempuan yang bisa tampil jadi pemimpin, karena mereka tersisihkan oleh dominasi laki-laki. Untuk itu penting meneliti Kepemimpinan Perempuan di MTs Terpadu Hudatul Muna jenes Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendapatkan gambaran yang komperhensip tentang model kepimpinan Kepala Madrasah, (2) untuk mengungkapkan teknik dalam menentukan kebijakan oleh Kepala Madrasah, (3) untuk mengetahui implementasi SWOT dalam kepemimpinan Kepala Madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian MTs Terpadu Hudatul Muna Jenes Ponorogo. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisa yang diberikan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan proses pengumpulan data dan analisis data, penelitian ini menghasilkan tiga temuan. (1) model kepemimpinan Kepala Madrasah menggunakan model kepemimpinan transformasinal yaitu gaya kepemimpinan yang menjunjung tinggi nilai-nilai, etika dan moral (2) Teknik dalam menentukan kebijakan ditentukan dengan keterbukaaan dengan tahapan yaitu penyusunan agenda, adopsi kebijakan, formulasi kebijakan, implementasi kebijakan dan evaluasi kebijakan. (3) implementasi SWOT oleh kepemimpinan perempuan sebagai kepala Madrasah sesuai dengan teori Fredy Rangkuti tentang SWOT yaitu Strengths-Opportunities menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan berbagai peluang, dengan mengoptimalkan kemampuan dan kegiatan yang dimiliki untuk menarik minat masyarakat. Weakness–Opportunities meminimalisir kelemahan dengan memanfaatkan peluang, meningkatkan motivasi warga Madrasah melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Strengths-Treaths memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk menghindari ancaman, dengan kemampuan yang dimiliki digunakan untuk meningkatkan mutu lembaga sehingga menjadi lembaga yang memadai, Weakness-Threats meminimalisir kelemahan dan hambatan dengan berbagai kegiatan untuk meningkatkan mutu lembaga sehingga lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Published
2023-06-28
How to Cite
Sutini, & Nuraini, R. (2023). Kepemimpinan Perempuan di MTs Terpadu Hudatul Muna Jenes Ponorogo. IKTIFAK: Journal of Child and Gender Studies, 1(1), 1-12. Retrieved from http://jurnal.iairm-ngabar.com/index.php/Iktifak/article/view/526